Sebelum masuk ke areal paper machine, pulp diolah dulu pada bagian stock preparation. Bagian ini berfungsi meramu bahan baku seperti menambahkan pewarna untuk kertas, menambahkan zat retensi, dan menambahkan filler (untuk mengisi pori-pori di antara serat kayu). Bahan yang keluar dari bagian ini disebut stock, campuran antara pulp, bahan kimia, dan air.
Dari stock preparation, sebelum masuk ke headbox, dilakukan pembersihan dulu dengan alat yang disebut cleaner. Dari cleaner, stock berulah masuk ke headbox. Alat ini berfungsi membentuk lembaran kertas (membentuk formasi) di atas fourdrinier table. Meja ini berfungsi membuang air yang berada dalam stock. Hasil yang keluar disebut dengan kertas basah. Kadar padatnya sekitar 20 persen.
Kertas basah itu kemudian dimasukkan ke mesin pres hingga kandungan airnya tinggal 50 persen. Setelah itu, kertas masuk ke mesin pengering hingga kadar airnya hanya 6 persen. Hasilnya disimpan dalam bentuk gulungan kertas. Barulah kemudian kertas dipotong-potong sesuai kebutuhan.
Nah, dari uraian kertas tersebut, kita jadi paham bahwa bahan dasar pembuatan kertas adalah bubur kertas. Bubur kertas itu didapat dari potongan kayu. Kayu ini tentu saja didapat dari penebangan pohon. Berarti, makin banyak kertas yang kita butuhkan, semakin banyak pula pohon yang ditebang. Selain itu, pembuatan kertas juga butuh listrik, air, dan bahan bakar—yang semuanya membutuhkan energi.
Jika menggunakan tidak meminimalisasi penggunaan kertas, kita berarti ikut berpartisipasi dalam pemborosan energi sekaligus merusak lingkungan. Agar pemakaian kertas tidak berlebihan, kita bisa mendaur ulang kertas yang sudah tidak terpakai dengan cara sederhana, mengadopsi proses pembuatan kertas pabrik modern seperti yang telah disebutkan tadi.
Karena membuatnya secara sederhana, peralatan yang dibutuhkan juga mudah didapat, yakni kertas, blender, baskom, spons, meja, kain, screen,papan, dan alat pemberat. Berikut ini tahap-tahap cara pembuatannya.
1. Robek kecil-kecil kertas bekas dan rendam di dalam air selama satu hari.
2. Blender kertas sampai menjadi bubur.
3. Tuangkan bubur ke dalam baskom yang berisi air dan diaduk.
4. Letakkan spons di atas meja, lalu taruh kain yang sudah dibasahi di atasnya.
5. Saring campuran (jangan terlalu tebal) di baskom memakai screen sablon.
6. Letakkan campuran itu di atas spons yang sudah dilapisi kain dengan posisi terbalik, gosok sedikit screen-nya, dan angkat dengan hati-hati.
7. Tutup dengan kain yang sudah dibasahi. Tambah satu lapis lagi kain basah. Ulangi langkah 5 dan 6.
8. Sesudah beberapa lapis, pres dengan menaruh papan besar di atasnya dan beri pemberat seperti batako atau batu.
9. Biarkan selama sekitar satu jam agar airnya berkurang. Sebelum diangkat, pastikan sudah cukup kering. Angkat sepasang demi sepasang dan jemur di tempat yang panas. Lalu, setrika sepasang demi sepasang kemudian buka kainnya pelan-pelan.
Jika ingin membuat dengan corak khusus, kita bisa mencoba beberapa proses berikut ini.
1. Proses Tempelan. Sebelum menutup campuran bubur kertas dengan kain yang sudah dibasahi, tempelkan bunga, rumput, atau daun-daun kecil di atasnya.
2. Proses Campuran. Ketika memblender kertas, tambahkan bunga, rumput, atau bahan alami lainnya yang akan memberikan warna dan pola khusus.
3. Proses Pres. Ketika sedang mengepres kertas, taruhlah daun atau sesuatu yang bermotif bagus. Letakkan papan di atasnya dan beri pemberat.
Berikut ini contoh barang yang bisa dibuat dengan kertas daur ulang.
1. Kertas untuk menggambar karya seni.
2. Pembungkus buku, tempat pensil, dan lain-lain.
3. Undangan, amplop, map, dan lain-lain. Kertas daur ulang juga bagus sekali untuk ditempel di atas karya-karya yang bisa dibikin dari karton.
4. Kotak pensil dan bingkai foto.
5. Kotak kado.
Jika ingin warna yang lebih variatif, kita bisa menggunakan bahan alami yang ada di sekitar kita. Contohnya adalah kunyit (warna kuning), daun jati (merah), daun pandan (hijau), gambir (hitam), pacar cina (merah muda), dan nila (biru). Untuk menghasilkan warna tersebut, parut bahan-bahan itu dan campurkan ke dalam daur ulang kertas.
Hasil daur ulang kertas ini memang tidak bisa kita gunakan untuk menggantikan kertas untuk skripsi, surat-menyurat resmi, ataupun untuk mencetak buku. Tapi setidaknya, dengan mendaur ulang kertas, kita bisa memanfaatkan limbah dari kertas ini menjadi produk yang lebih bermanfaat. Jadi, penebangan kayu yang dilakukan untuk membuat kertas bisa dimanfaatkan secara maksimal.
Read Users' Comments (0)






